PERKUAT KAPASITAS PETANI MELALUI BIMTEK BUDIDAYA JAGUNG CERDAS IKLIM
Pasuruan, 23 Juli 2026 - Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) merupakan program Kementerian Pertanian yang didukung oleh Bank Dunia untuk memperkuat pengelolaan kawasan dan pengembangan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan dan inklusif. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mendukung peningkatan kapasitas petani adalah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Jagung Cerdas Iklim yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan yang diikuti oleh 250 petani jagung ini dibuka oleh Bapak Slamet Yakub selaku Ketua Koperasi Mangga Gadung Berkah Oro-Oro Ombo Wetan (KMGBO) yang menyampaikan apresiasi kepada BRMP Jawa Timur atas terselenggaranya bimbingan teknis bagi petani di Kecamatan Rembang. Selanjutnya, Indra Bagus Rahardjo, S.ST., M.Sc., selaku Katimker Layanan dan Penilaian BRMP Jawa Timur, memperkenalkan Program ICARE serta menyampaikan bahwa program ini telah membentuk empat koperasi berbasis komoditas di Kabupaten Pasuruan sebagai upaya memperkuat kelembagaan petani dan pengembangan agribisnis di tingkat kawasan.
Bimbingan teknis yang dimoderatori oleh Irma Susanti, S.P., M.P. ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Fuad Nur Aziz, S.P., M.P. yang menyampaikan materi budidaya jagung dengan sistem tanam Zig-zag, serta Athena Ilda Novanti, S.P. yang membawakan materi antisipasi hama dan penyakit tanaman jagung menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026.
Dalam pemaparannya, Fuad Nur Aziz, S.P., M.P. menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas jagung diawali dengan pemilihan lahan yang sesuai, penggunaan benih unggul bermutu, pengolahan tanah yang baik, serta penerapan pemupukan berimbang. Ia juga memperkenalkan sistem tanam Zig-zag, yaitu pengaturan posisi tanaman secara berselang-seling yang mampu meningkatkan populasi tanaman, mengoptimalkan distribusi cahaya matahari, dan mengurangi kompetisi antartanaman sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen. Selain itu, peserta juga dibekali mengenai teknik pengairan, tahapan pemupukan berdasarkan fase pertumbuhan, hingga penanganan panen dan pascapanen yang tepat.
Pada sesi berikutnya, Athena Ilda Novanti, S.P. memaparkan strategi antisipasi peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman jagung akibat fenomena El Nino 2026. Ia menjelaskan bahwa kenaikan suhu dan berkurangnya curah hujan berpotensi meningkatkan perkembangan hama seperti ulat grayak Fall Armyworm (FAW), penggerek batang, penggerek tongkol, kutu daun, thrips, belalang, hingga tikus, serta penyakit bulai, karat daun, hawar daun, busuk tongkol, dan gosong bengkak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, petani dianjurkan menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui penerapan budidaya yang baik, sanitasi lahan, pemanfaatan agens hayati, penggunaan perangkap feromon, serta aplikasi pestisida secara bijaksana sebagai pilihan terakhir dengan rotasi bahan aktif. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan serangan organisme pengganggu tumbuhan sekaligus menjaga produktivitas jagung secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Jawa Timur bersama Program ICARE berharap petani mampu menerapkan teknologi budidaya jagung yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, memperkuat kelembagaan melalui koperasi, serta meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan secara tepat sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen jagung terus meningkat.