KEMENTAN PERKUAT KAPASITAS PETANI DAN PETUGAS UNTUK DUKUNG SWASEMBADA BAWANG PUTIH NASIONAL
Malang, 1-2 Oktober 2026 - Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya percepatan pencapaian Swasembada Bawang Putih Nasional melalui peningkatan kapasitas petani dan petugas dalam penerapan teknologi budidaya, pemurnian varietas, serta penanganan pascapanen bawang putih. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya, Pascapanen, dan Pemurnian Bawang Putih pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Kantor BPP Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun dan Jum’at tanggal 2 Oktober 2026 bertempat di Kantor BPP Pule, Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha tani serta petugas di lapangan dalam mendukung peningkatan produktivitas bawang putih nasional. Target produktivitas yang diharapkan dapat dicapai melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat berada pada kisaran 15–20 ton per hektare, disertai peningkatan kualitas dan ketersediaan benih bawang putih bermutu.
Bimtek menghadirkan narasumber dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidang bawang putih, yaitu BRMP Jawa Timur, UPT PSBTPH Jawa Timur, serta penangkar sekaligus petani bawang putih, Bapak Bejo Supriyanto dari Tawangmangu.
Keterlibatan narasumber dari unsur diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif kepada peserta. Materi budidaya menekankan pentingnya penerapan teknologi sesuai kondisi spesifik lokasi. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pemilihan lokasi, persiapan lahan, pemilihan varietas dan benih, perlakuan benih, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, pengelolaan air, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Penerapan teknologi budidaya yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bawang putih sekaligus menjaga efisiensi penggunaan sarana produksi. Dalam program pengembangan bawang putih nasional, peningkatan produktivitas menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat ketersediaan produksi dalam negeri. Pengalaman praktis dari penangkar dan petani bawang putih menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Berbagai pengalaman lapangan dapat menjadi pembelajaran bagi peserta dalam menghadapi kondisi nyata di tingkat usaha tani, termasuk pengelolaan tanaman, pemilihan bahan tanam, serta berbagai permasalahan yang muncul selama proses produksi. Selain aspek budidaya dan pasca panen , aspek pemurnian varietas menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan Bimtek. Pemurnian diperlukan untuk menjaga identitas dan karakteristik varietas serta mempertahankan keseragaman tanaman sebagai bagian dari sistem produksi benih bawang putih bermutu.
Kehadiran narasumber dari BRMP Jawa Timur, UPT PSBTPH Jawa Timur, dan penangkar sekaligus praktisi bawang putih dari Tawangmangu memperkuat sinergi antara aspek teknologi, perbenihan, dan pengalaman lapangan. Kolaborasi tersebut penting dalam memastikan bahwa inovasi dan teknologi yang disampaikan kepada petani tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.Bimtek juga menjadi ruang diskusi bagi petani dan petugas untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam produksi bawang putih, sehingga dapat diperoleh pemahaman dan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian mendorong peningkatan kapasitas petani dan petugas agar mampu menerapkan teknologi budidaya secara tepat, menjaga kemurnian varietas, menghasilkan benih bermutu, serta menerapkan penanganan pascapanen secara baik.Penguatan dari hulu hingga hilir tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas bawang putih nasional serta mendukung percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional.