PENDAYAGUNAAN PENYULUH, PERCEPAT PROGRAM STRATEGIS PERTANIAN DI BOJONEGORO DAN TUBAN
Bojonegoro - Tuban, 29 - 30 September 2026 - BRMP Jawa Timur melaksanakan kegiatan pendayagunaan penyuluh di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara BRMP, penyuluh, Dinas Pertanian, serta pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian.
Di Kabupaten Bojonegoro, kegiatan berlangsung di CWS Penyuluh Kecamatan Kapas dan diikuti sekitar 35 penyuluh perwakilan BPP. Selanjutnya, kegiatan di Kabupaten Tuban dilaksanakan di CWS Penyuluh pada Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Tuban dengan diikuti sekitar 25 peserta. Pertemuan di kedua wilayah melibatkan Katimker Penyuluh Kabupaten, perwakilan koordinator penyuluh/PPL BPP, serta BRMP Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, ada dua agenda yang dibahas yakni 1) mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi reguler dan padi PM-AAS da 2) mengakselerasi kelengkapan usulan CPCL Bantuan Pemerintah (Banper) agar dapat diselesaikan sesuai target dan alokasi yang tersedia. Penyampaian teknologi padi PMAAS diisi oleh Sigit Aditama A.Md dan sesi Usulan CPCL-Banper oleh Athena Ida Novanti, SP dan Zulfikar Alvin Naufal, SP.
Terhadap respon tanam padi PM-AAS, kendala lapang yang ditemui di kedua kabupaten masih adanya resistensi sebagian petani terhadap metode tanam PMAAS dan pengendalian gulma yang belum maksimal dilakukan. BRMP mendorong pendekatan langsung kepada petani, termasuk dengan mengajak petani melihat hasil panen PM-AAS sehingga manfaat dan hasil penerapannya dapat dipahami secara nyata.
Sementara itu, pada usulan CPCL Bantuan Pemerintah (banper), seia sekata Selvi Virginita Orizanti, SP dan Kunadi SP selaku Katimker Penyuluh Kab. Bojonegoro dan Tuban menyampaikan bahwa kelengkapan CPCL-banper untuk komoditas tebu masih terdapat kendala. Pada komoditas tebu ada dua jenis bantuan yakni bongkar ratoon dan perluasan areal tanam (PAT) tebu.
Melalui pendayagunaan penyuluh ini, BRMP Jawa Timur terus memperkuat koordinasi di lapangan agar berbagai kendala dapat segera ditindaklanjuti dan program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan lebih efektif.