BRMP JATIM LATIH PRAJURIT YONIF TP 542/AT, KUATKAN KAPASITAS DI BIDANG PERTANIAN
Mojokerto, 30 September 2026 - Komando Daerah Militer V/ Brawijaya menggandeng Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur dalam penyelenggaraan Bimbingan teknis (Bimtek) Pertanian pada personel Batalyon Infanteri TP 542/Arya Tadah. Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas prajurit dan personel TNI dibidang pertanian. Pelatihan ini digelar di KP Mojosari BRMP Jawa Timur selama enam hari, mulai 30 September 2026 hingga 08 Oktober 2026. Sebanyak 20 personel Yonif TP 542 AT dengan pangkat Serda, Koptu, Kopda, Pratu, dan Prada akan mengikuti pelatihan ini.
Kapten Inf Benny Irawan , A.Md Danki A Yonif TP 542/Arya Tadah dalam acara sambutan pembukaan menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari penataran Batalyon Infanteri TP 542/AT. Program ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang penguatan SDM TNI. Para peserta diharapkan mampu menjadi pelatih yang siap diterjunkan ke masyarakat. Dengan begitu, mereka dapat mendukung program pembangunan berbasis ketahanan pangan.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh personel dapat memahami dan menguasai dasar-dasar pertanian dengan baik. Selain meningkatkan keterampilan individu, pelatihan ini juga diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional serta menumbuhkan semangat kemandirian dan produktivitas prajurit. untuk itu harus diikuti dengan disiplin, ujar Kapten Inf Benny Irawan , A.Md Danki A Yonif TP 542/AT.
Kepala BRMP Jatim, Dr. Ismatul Hidayah, SP., MP. saat menerima permohonan pelatihan dari Yonif TP 542/AT menyampaikan bahwa BRMP Jatim menyambut baik kerja sama pelatihan ini dan menyatakan komitmennya secara penuh. BRMP Jatim akan menyediakan fasilitas pelatihan yang memadai dan narasumber yang kompeten. Selain itu, BRMP Jatim juga akan mendampingi peserta dalam proses pembelajaran baik secara teori maupun praktik lapangan.
Pada saat acara pengenalan BRMP Jatim, Dr. Lutfi Humaidi, M.Sc. selaku Koordinator KP Mojosari menjelaskan bahwa pelaksanaan latihan, personel akan menerima berbagai materi terkait teknologi budidaya tanaman dan ternak, pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga pemanfaatan hasil pertanian secara efektif dan berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, prajurit diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan baik dalam mendukung tugas satuan maupun dalam kehidupan bermasyarakat”, tegas Lutfi.