PANEN PERBENIHAN JAGUNG: DORONG KETERSEDIAAN BENIH BERMUTU
Pasuruan, 27 Juli 2026 - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur menggelar kegiatan panen simbolis benih jagung komposit varietas Jakarin 1 di Desa Wonosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRMP Jawa Timur dalam mendukung penyediaan benih jagung unggul spesifik lokasi.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala BRMP Jawa Timur Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P., Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian sekaligus Penjab. Kegiatan Produksi Benih Sumber Jagung Spesifik Lokasi BRMP Jawa Timur Abu Bakar, S.Pt., M.M., Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Prov. Jawa Timur yang diwakili oleh jajarannya, perwakilan BPSB Prov. Jawa Timur, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Maxxi Agri Indonesia, penyuluh pertanian, Pemerintah Desa Wonosari, serta para petani jagung.
Rajjngkaian kegiatan diawali dengan panen jagung secara simbolis oleh para tamu undangan di areal perbenihan. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan produksi benih sumber jagung.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, menyampaikan bahwa JAKARIN 1 merupakan varietas jagung komposit yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Varietas ini memiliki umur masak fisiologis sekitar 100 hari setelah tanam (HST), serta potensi hasil mencapai 9,80 ton per hektare dengan rata-rata hasil 8,15 ton per hektare pada kadar air 15 persen. Dengan karakter tersebut, JAKARIN 1 diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif varietas unggul yang mampu mendukung peningkatan produktivitas jagung di tingkat petani.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan BRIN dan PT Maxxi Agri Indonesia menyampaikan materi mengenai pentingnya pengendalian penyakit bulai sebagai salah satu penyakit utama pada tanaman jagung. Keduanya menekankan bahwa keberhasilan budidaya jagung tidak hanya ditentukan oleh penggunaan benih unggul, tetapi juga penerapan pengelolaan tanaman yang baik.
Perwakilan BPSB Provinsi Jawa Timur turut memberikan sambutan mengenai pentingnya menjaga mutu benih melalui proses sertifikasi dan pengawasan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama PPL. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.