KOMISI IV DPR RI TINJAU KOPERASI SUSU PASURUAN, DORONG SWASEMBADA SUSU NASIONAL
Pasuruan, 28 September 2026 – Komisi IV DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, S.E., ini bertujuan meninjau rantai pasok susu nasional, mengidentifikasi tantangan di tingkat peternak, serta menghimpun masukan sebagai dasar penyusunan kebijakan penguatan industri sapi perah nasional.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta jajaran, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Bupati Pasuruan, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kepala BRMP Jawa Timur, Kepala BRMP Ruminansia Besar, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Forkopimda Kabupaten Pasuruan, serta pengurus dan anggota KUTT Suka Makmur.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau proses produksi susu di KUTT Suka Makmur yang sejak tahun 1968 konsisten menghasilkan susu sapi segar berkualitas. Susu produksi koperasi dipasarkan ke industri pengolahan susu (IPS) sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Koperasi ini juga berhasil mempertahankan Total Solid (TS) susu sebesar 15 persen, yang mencerminkan tingginya kandungan lemak, protein, laktosa, dan mineral sebagai indikator kualitas susu. Selain itu, pada periode 1987–1993 KUTT menerima bantuan Presiden berupa 9.000 ekor sapi impor dan terus menerapkan prinsip kesejahteraan hewan untuk menjaga produktivitas serta kualitas susu.
Bupati Pasuruan menyampaikan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan penyumbang produksi susu terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang dan siap mendukung terwujudnya swasembada susu nasional. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI menegaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penyusunan kebijakan penguatan hilirisasi industri sapi perah nasional guna meningkatkan daya saing, kesejahteraan peternak, dan pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri.