RAKOR PM-AAS PERKUAT SINERGI TIGA PILAR PERTANIAN JAWA TIMUR
Surabaya, 22 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Usulan dan Luas Tambah Tanam (LTT) Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Gedung Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam mempercepat implementasi PM-AAS di Jawa Timur.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Denny Kurniawan, S.P., M.M., yang mewakili Kepala Dinas, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar sinergi antara tiga pilar utama pertanian di Provinsi Jawa Timur semakin kuat dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kelsi BRMP Jawa Timur, Diah, menegaskan bahwa peningkatan produksi dan produktivitas pertanian merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu bergerak bersama untuk mewujudkan target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.
Kepala BRMP Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P., menambahkan bahwa rakor ini tidak hanya menjadi forum koordinasi teknis, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara BRMP Jawa Timur, Dinas Pertanian, dan para penyuluh pertanian di seluruh Jawa Timur. Melalui kolaborasi yang semakin erat, diharapkan pelaksanaan PM-AAS dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung percepatan tercapainya swasembada pangan nasional.
Kegiatan dipandu oleh Abu Bakar, S.Pt., M.M. selaku moderator dengan menghadirkan narasumber Dr. Ahmad Mualif, S.Pt., M.Sc, Ajun, dan Ardiansyah yang memaparkan materi terkait percepatan usulan serta strategi peningkatan luas tambah tanam PM-AAS di berbagai wilayah Jawa Timur.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mempercepat usulan dan realisasi luas tambah tanam PM-AAS di Jawa Timur, sehingga penerapan pertanian modern dapat semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.