ICARE DORONG PENERAPAN CLIMATE SMART AGRICULTURE UNTUK TINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG
Pasuruan, 27 Juli 2026 – Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) merupakan program Kementerian Pertanian yang didukung oleh Bank Dunia untuk memperkuat pengelolaan kawasan dan pengembangan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan dan inklusif. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani, BRMP Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Jagung Cerdas Iklim di Gedung KDMP Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, yang diikuti oleh 250 petani jagung.
Kegiatan dibuka oleh Camat Wonorejo Mulyohadi, S.H., M.M., yang mengajak peserta memanfaatkan bimbingan teknis sebagai bekal untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong regenerasi petani muda. Dukungan terhadap pelaksanaan Program ICARE juga disampaikan oleh Danramil Wonorejo Kapten Inf. Nicolas Jim serta perwakilan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Bapak Fendi, yang menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik, pencatatan usaha tani, dan pengamatan rutin terhadap hama serta penyakit tanaman. Selanjutnya, Ketua PIU ICARE Ratih Sandrakirana, S.P., M.Sc. memperkenalkan Program ICARE sekaligus menegaskan pentingnya penerapan konsep Climate Smart Agriculture (CSA) sebagai strategi menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi usaha tani.
Bimbingan teknis yang dimoderatori oleh Indriana Ratna Dewi, S.P. menghadirkan dua narasumber, yaitu Riza Ulil Fitria, S.P. yang menyampaikan materi mengenai pengenalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta sistem tanam Zig-zag, dan Ardiansyah, S.ST. yang membawakan materi Budidaya Jagung Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture/CSA).
Dalam pemaparannya, Riza Ulil Fitria, S.P. menjelaskan bahwa penerapan GAP harus diawali dengan pengenalan hama dan penyakit utama pada setiap fase pertumbuhan jagung, mulai dari ulat grayak Fall Armyworm (FAW), lalat bibit, bulai, hawar daun, busuk batang, hingga gosong bengkak. Peserta juga dibekali berbagai strategi pengendalian melalui penggunaan benih sehat, sanitasi lahan, penanaman serempak, rotasi tanaman, pemanfaatan agens hayati, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) guna menekan serangan organisme pengganggu tumbuhan secara efektif.
Pada sesi berikutnya, Ardiansyah, S.ST. menjelaskan bahwa penerapan Climate Smart Agriculture menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas jagung sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim. Melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan varietas unggul, sistem tanam Zig-zag Super, pemupukan berimbang, pemanfaatan biochar dan biokompos, serta konservasi air melalui jaringan irigasi dan teknologi panen hujan, petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Jawa Timur bersama Program ICARE berharap petani mampu mengimplementasikan teknologi budidaya jagung cerdas iklim di lahan masing-masing, meningkatkan kemampuan dalam menerapkan GAP dan PHT, serta menghasilkan usaha tani jagung yang lebih produktif, efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.