BRMP JATIM SAMBUT INOVASI ADIPA UNTUK PERCEPATAN MODERNISASI PERTANIAN PADI
Malang, 24 Agustus 2026 – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P., menyambut baik kunjungan tim peneliti dari Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dipimpin oleh Prof. Erma Suryani, S.T., M.T., Ph.D. dalam kegiatan sosialisasi hasil penelitian berupa sistem Akselerasi Dekarbonisasi Pertanian Padi (ADIPA).
Dalam sambutannya, Dr. Ismatul Hidayah menyampaikan apresiasi atas pengembangan sistem ADIPA yang menggabungkan pemodelan, teknologi informasi, dan pendekatan berbasis data untuk mendukung pembangunan pertanian padi yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi seperti ini memiliki potensi besar untuk mendukung implementasi berbagai program strategis Kementerian Pertanian, termasuk Program Modernisasi Pertanian melalui Accelerated Agricultural Modernization System (PM-AAS).
Materi paparan disampaikan oleh Prof. Erma Suryani dan tim yang menjelaskan bahwa penelitian ADIPA mengembangkan model sistem dinamis yang mengintegrasikan aspek produktivitas padi, biaya budidaya, hingga emisi gas rumah kaca sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data. Model tersebut telah divalidasi dan dikembangkan menjadi platform digital yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung perencanaan, pemantauan, serta rekomendasi strategi dekarbonisasi sektor pertanian padi.
Dipaparkan juga mengenai platform digital ADIPA (adipa.co.id) yang menyediakan berbagai fitur pendukung, mulai dari dashboard pemantauan produktivitas dan emisi, kalkulator emisi gas rumah kaca, rekomendasi mitigasi berbasis AWD dan manajemen nutrisi, sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), hingga berbagai layanan digital untuk membantu pengambilan keputusan dalam budidaya padi secara berkelanjutan. Platform ini dirancang untuk mendukung kolaborasi antara pemerintah, akademisi, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian dalam mewujudkan transformasi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama jajaran BRMP Jawa Timur. Dalam sesi tersebut, terdapat berbagai masukan dan saran terkait pengembangan sistem ADIPA, khususnya mengenai kesesuaian model dengan kondisi budidaya padi di lapangan agar rekomendasi yang dihasilkan oleh sistem semakin akurat dan mudah diterapkan oleh petani maupun penyuluh. Berbagai masukan tersebut juga diarahkan agar pengembangan ADIPA dapat semakin selaras dengan kebutuhan implementasi PM-AAS dan mendukung percepatan modernisasi pertanian di lapangan.