BRMP JATIM KAWAL PERSIAPAN PROGRAM IRASP DI NGAWI
Ngawi, 20 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur menghadiri kegiatan persiapan pelaksanaan Indonesia Repurposing Agricultural Support Project (IRASP). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Bappenas, World Bank, BRMP Jawa Timur, BBSDMP, serta Pemerintah Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari koordinasi awal implementasi program yang berfokus pada peningkatan produktivitas padi melalui pengelolaan kesehatan tanah.
IRASP merupakan inisiatif yang mengarahkan dukungan pemerintah tidak hanya dalam bentuk bantuan kepada petani, tetapi juga melalui upaya perbaikan kesehatan tanah (soil health) sebagai dasar peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, program akan mencakup dua kegiatan utama, yaitu analisis kesehatan tanah serta pemberian Beneficiary Livelihood Payment (BLP) kepada petani.
Setelah melalui proses penelaahan, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Tabanan ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan proyek. Di Kabupaten Ngawi, sebanyak 3.000 petani akan dibagi ke dalam tiga kelompok untuk memperoleh skema pendampingan yang berbeda. Kelompok pertama akan menerima analisis kesehatan tanah serta BLP yang disalurkan langsung ke rekening petani. Kelompok kedua memperoleh analisis kesehatan tanah dan BLP melalui e-wallet. Sementara itu, kelompok ketiga tetap menerima subsidi pupuk seperti mekanisme yang berjalan saat ini serta pendampingan terkait pengelolaan kesehatan tanah.
Dalam sambutannya, perwakilan Bappenas menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan produktivitas padi melalui pengelolaan lingkungan dan pemupukan yang lebih tepat berdasarkan kondisi lahan. Kabupaten Ngawi dipilih karena dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan tanah yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menyampaikan apresiasi atas penetapan Kabupaten Ngawi sebagai lokasi pelaksanaan IRASP. Pemerintah Kabupaten Ngawi juga terus mendorong optimalisasi pertanian ramah lingkungan, termasuk melalui arahan pemanfaatan sebagian dana desa untuk mendukung sektor pertanian. Melalui program ini, petani diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatan tanah sehingga mampu menerapkan pemupukan secara lebih tepat, efektif, dan efisien.
Kepala BRMP Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P., menyampaikan bahwa Kabupaten Ngawi merupakan lokasi yang tepat untuk implementasi program ini. Menurutnya, kebutuhan pupuk di lapangan masih lebih besar dibandingkan alokasi subsidi yang tersedia sehingga informasi mengenai tingkat kesuburan lahan menjadi sangat penting dalam menentukan rekomendasi pemupukan yang sesuai.
Beliau juga menekankan pentingnya memperhatikan periodisasi e-RDKK dalam pelaksanaan program serta ketelitian penyuluh pertanian dalam menentukan petani peserta agar tidak terjadi tumpang tindih penerima bantuan. Selain itu, lokasi yang telah menerapkan Program Modernisasi Pertanian melalui PM-AAS seluas 7.424 hektare berpotensi diusulkan sebagai lokasi implementasi IRASP dengan pendekatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Melalui koordinasi lintas instansi ini, diharapkan pelaksanaan IRASP mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data kesehatan tanah yang mendukung peningkatan produktivitas padi sekaligus mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan di Indonesia.