RAKOR PM-AAS PERKUAT SINERGI PERCEPATAN PERTANIAN MODERN DI JAWA TIMUR
Surabaya, 21 Juli 2026 - Upaya percepatan swasembada pangan melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) terus diperkuat. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur menghimpun penyuluh pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB), pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam Rapat Koordinasi Percepatan PM-AAS di Gedung Serbaguna Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi para pendamping lapangan dalam mengawal implementasi sistem budidaya padi modern tersebut.
Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Denny Kurniawan, S.P., M.M., menyampaikan bahwa Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional harus mampu menjawab tantangan perubahan iklim melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih adaptif. Menurutnya, PM-AAS merupakan salah satu pendekatan budidaya berbasis teknologi yang diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan. Pada periode Juli hingga September 2026, alokasi pelaksanaan PM-AAS di Jawa Timur mencapai 184.790 hektare dengan target mulai memberikan hasil pada akhir tahun.
Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur, Ir. Yuris Tiyanto, M.M., menekankan bahwa keberhasilan PM-AAS memerlukan kolaborasi erat antara penyuluh pertanian dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Pendampingan harus dilakukan sejak pengolahan lahan hingga panen agar setiap tahapan budidaya dapat berjalan optimal. Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan alat tanam benih langsung (Tabela) DJS Arkansas 2026 yang dikembangkan BRMP Padi sebagai salah satu inovasi untuk mendukung peningkatan populasi tanaman dan produktivitas padi.
Memasuki sesi panel dimoderatori oleh Direktur Polbangtan Malang, Dr. Ir. Setya Budhi Udrayana, S.Pt., M.Si., IPM. Kepala BRMP Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P., memaparkan strategi percepatan pelaksanaan PM-AAS sebagai sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan tanam benih langsung berpopulasi tinggi, mekanisasi penuh, pengelolaan air secara intermiten, serta penggunaan sarana produksi sesuai rekomendasi. Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi dari kisaran 5–8 ton per hektare menjadi 7–11,2 ton per hektare, bahkan hasil uji di Sukamandi menunjukkan potensi lebih dari 10 ton per hektare. Lebih lanjut, Dr. Ismatul menegaskan bahwa keberhasilan PM-AAS sangat bergantung pada peran penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan petani melalui sosialisasi, demplot, hingga pengawalan implementasi di tingkat lapangan.
Rangkaian sesi panel juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang berperan dalam mendukung implementasi PM-AAS. Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariah, S.Sos., M.Si., memaparkan pengawalan dan pembentukan Brigade Pangan di lokasi optimasi lahan. Drs. Adenan, M.M. dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi sinkronisasi data luas tanam dan luas panen, Ilham Adha Indradeka, S.ST. dari Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Timur menjelaskan perkembangan lahan baku sawah di Jawa Timur, sedangkan Eko Suroso, S.P. dari PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) memaparkan dukungan penyediaan pupuk subsidi untuk mendukung implementasi PM-AAS. Berbagai materi tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan PM-AAS di Jawa Timur berjalan optimal.
Melalui rapat koordinasi ini, BRMP Jawa Timur berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mengawal implementasi PM-AAS. Dengan dukungan penyuluh, pemerintah daerah, serta berbagai institusi terkait, PM-AAS diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas padi sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.