FGD DLA DAN VCA PERKUAT PENGEMBANGAN KOPERASI ICARE JATIM
Pasuruan, 4 Agustus 2026 – BRMP Jawa Timur melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Value Chain Assessment (VCA) dan Development Ladder Assessment (DLA) di Graha Mufakat, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh empat koperasi dampingan ICARE Jawa Timur sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi, yaitu Koperasi Produsen Jagung Jaya Abadi Pasuruan, Koperasi Produsen Mangga Putar Maslahat Pasuruan, Koperasi Konsumen Usaha Mangga Lestari (Kumala), dan Koperasi Konsumen Mangga Gadung Berkah Orwet.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Project Implementation Unit (PIU) ICARE Jawa Timur, Ratih Sandrakirana, SP, M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi koperasi saat ini sebagai dasar penyusunan langkah pengembangan ke depan. Melalui forum ini, masing-masing koperasi menyampaikan kondisi usaha, tantangan, serta potensi yang dimiliki untuk mendukung peningkatan kinerja koperasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kautsar Fahreza selaku Task Team World Bank. Beliau menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program ICARE di tingkat koperasi. "Kami mengobservasi kegiatan di lapangan, termasuk kondisi eksisting dan kendala yang dihadapi agar menjadi bahan evaluasi kami di World Bank," ungkapnya
Sementara itu Konsultan Agribisnis ICARE, Firdaus Putra menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan koperasi agar mampu menjalankan usahanya secara lebih optimal. "Tujuan FGD ini adalah untuk meng-upgrade dan mengakselerasi proses yang sudah berjalan di koperasi. Saat ini proposal Matching Grant (MG) masih dalam proses dan diharapkan dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah komitmen koperasi dalam mengelola Matching Grant dengan baik. Koperasi merupakan badan usaha sehingga harus mampu tumbuh secara berkelanjutan," jelasnya.
Pada sesi diskusi, peserta bersama tim pendamping melakukan Development Ladder Assessment (DLA) untuk menilai tingkat perkembangan kelembagaan koperasi, meliputi aspek tata kelola organisasi, manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta kapasitas sumber daya manusia. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi penguatan kapasitas koperasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, dilakukan pula Value Chain Assessment (VCA), yaitu pemetaan rantai nilai komoditas yang dijalankan koperasi mulai dari penyediaan sarana produksi, proses produksi, hingga pemasaran. Melalui asesmen ini diidentifikasi potensi peningkatan nilai tambah, efisiensi usaha, serta berbagai tantangan yang masih dihadapi koperasi.