BRMP JAWA TIMUR TERIMA KUNJUNGAN PPL SAMPANG, PERKUAT SINERGI DAN DUKUNG SWASEMBADA PANGAN
Malang, 1 Agustus 2026 - Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur menerima kunjungan dari Penyuluh Pertanian Kabupaten Sampang, Madura, dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi penyuluhan pertanian guna mendukung program strategis Kementerian Pertanian.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sampang, Yulia Krisnawati S., S.Pt., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa BRMP Jawa Timur kini memiliki peran yang semakin strategis, seiring bergabungnya urusan penyuluhan ke dalam struktur BRMP.
Kepala BRMP Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P., dalam arahannya menjelaskan transformasi kelembagaan yang dilakukan Kementerian Pertanian, termasuk pengelolaan kepegawaian penyuluh yang kini berada di bawah pemerintah pusat. Selain itu, BRMP regional diperkuat menjadi unit kerja eselon II agar mampu mengakomodasi pembinaan penyuluh pada tingkat provinsi secara lebih efektif.
Kegiatan diskusi dipandu oleh Abu Bakar, S.Pt., M.M. selaku Ketua Kelompok Pendampingan sebagai moderator. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rika Asnita, S.P., M.Sc., Ketua Kelompok Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Jawa Timur, beserta jajaran penyuluh dan pegawai dari kedua instansi.
Dalam diskusi juga disampaikan bahwa salah satu indikator utama keberhasilan program strategis Kementerian Pertanian adalah peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT). Di Kabupaten Sampang, fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan produksi padi sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan beras.
Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai penerapan Pertanian Modern – Advance Agricultural System (PM-AAS) sebagai salah satu pendekatan peningkatan produktivitas padi. Program ini mengedepankan peningkatan populasi tanaman melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat sehingga potensi hasil dapat ditingkatkan secara optimal.
Dalam sesi tersebut juga dibahas strategi menyukseskan implementasi PM-AAS di lapangan, termasuk rekomendasi penggunaan varietas benih unggul yang disesuaikan dengan kondisi lokasi. Pemilihan varietas yang adaptif menjadi salah satu faktor penting untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang seragam, produktivitas tinggi, serta mendukung pencapaian target produksi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai tantangan yang dihadapi penyuluh di lapangan. Forum ini menjadi wadah bertukar pengalaman sekaligus merumuskan solusi bersama agar pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan lebih efektif.