TEMU LAPANG DAN DISEMINASI PUPUK DORONG PENERAPAN PEMUPUKAN BERIMBANG PADA BUDIDAYA PADI
Malang, 6-8 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur bersama PT Petrokimia Gresik menyelenggarakan Temu Lapang dan Survei PMF yang dirangkaikan dengan diseminasi produk pupuk selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Kegiatan dilaksanakan di Desa Curungrejo, BPP Gondanglegi, dan Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, sebagai upaya memperkenalkan inovasi pemupukan sekaligus menghimpun masukan langsung dari petani terhadap produk yang telah diuji efektivitasnya.
Sebelum didiseminasikan kepada petani, produk pupuk tersebut telah melalui uji efektivitas hasil kerja sama antara BRMP Jawa Timur dan PT Petrokimia Gresik. Hasil pengujian tersebut menjadi salah satu dasar dalam memperkenalkan teknologi pemupukan kepada petani sekaligus memperoleh umpan balik langsung dari pengguna di lapangan sebagai bahan penyempurnaan produk.
Kegiatan ini dibuka oleh Irma Susanti, S.P., selaku Ketua Tim Kerja Penerapan dan Diseminasi BRMP Jawa Timur, serta Indra Bagus Rahardjo, S.ST., M.Sc., selaku Ketua Tim Kerja Layanan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Jawa Timur. Dalam kegiatan ini, PT Petrokimia Gresik memperkenalkan dua produk pupuk, yaitu K Plus yang mengandung 30% kalium (K₂O) dan 0,5% boron (B) serta Phonska Cair. Petani memperoleh penjelasan mengenai karakteristik, manfaat, dan waktu aplikasi yang tepat sehingga penggunaan pupuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Kalium berperan penting dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman, memperkuat batang, membantu pengisian bulir, serta meningkatkan kualitas hasil panen. Sementara itu, meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, unsur boron memiliki peran penting dalam pembentukan dinding sel, pertumbuhan titik tumbuh, keberhasilan pembungaan dan penyerbukan, hingga proses pembentukan serta pengisian gabah. Kekurangan unsur ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan kualitas hasil panen. Dengan pemupukan yang tepat dan berimbang, efisiensi penggunaan pupuk dapat meningkat sekaligus mendukung produktivitas tanaman padi.
Selain diseminasi produk, Ardiansyah, S.ST. dari BRMP Jawa Timur menyampaikan materi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Padi sebagai pedoman penerapan budidaya yang baik, mulai dari pengelolaan lahan, penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman. Dalam pemaparannya, Ardiansyah menekankan bahwa penerapan SOP budidaya yang baik harus diikuti dengan pemupukan yang tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara agar tanaman mampu tumbuh optimal serta menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan wawancara antara petani dan enumerator untuk menggali pengalaman petani dalam menggunakan produk pupuk, meliputi kemudahan aplikasi, manfaat yang dirasakan, hingga berbagai masukan sebagai bahan evaluasi penyempurnaan produk di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani diharapkan semakin kuat dalam mendorong penerapan teknologi budidaya dan pemupukan yang tepat sasaran. Selain memperkenalkan inovasi produk, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan sehingga petani dapat mengambil keputusan pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi lapangan, yang pada akhirnya mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani padi.