BRMP JATIM JADI TUJUAN STUDI VISIT CAN THO UNIVERSITY BERSAMA UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Malang, 10 September 2026 - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur menerima kunjungan akademik dari College of Agriculture, Can Tho University, Vietnam, bersama Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, Kamis (10/9). Kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Can Tho University serta mahasiswa Universitas Brawijaya sebagai buddies, dalam rangka memperluas wawasan sekaligus mempererat jejaring kerja sama di bidang pertanian.
Membuka kegiatan, Kepala BRMP Jawa Timur Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan pertukaran pengetahuan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pertanian Indonesia kepada sivitas akademika internasional.
Dalam sambutannya, Dr. Ismatul juga menegaskan bahwa berbagai program dan inovasi yang dikembangkan BRMP Jawa Timur sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan. Melalui penerapan teknologi dan modernisasi pertanian, BRMP Jawa Timur terus berupaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian nasional.
Sementara itu, Dr. Nguyen Thi Kim Khang, perwakilan dari College of Agriculture, Can Tho University, Vietnam, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan BRMP Jawa Timur. Ia memperkenalkan salah satu varietas padi unggulan Vietnam, ST21, sebagai contoh inovasi yang berkembang di negaranya. Menurutnya, kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan dan bertukar pengalaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara institusi pendidikan dan lembaga penelitian di Indonesia dan Vietnam pada masa mendatang.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Dr. Ir. Marjuki, M.Sc., IPM. selaku dosen pendamping dari Universitas Brawijaya. Ia berharap para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui pengenalan berbagai inovasi yang diterapkan di BRMP Jawa Timur, termasuk melihat proses pengelolaan Unit Ayam KUB sebagai salah satu teknologi unggulan di bidang peternakan.
Pada sesi pemaparan materi, peserta memperoleh gambaran mengenai peran dan program BRMP Jawa Timur melalui presentasi yang disampaikan oleh Ratih Sandrakirana, S.P., M.Sc. Materi tersebut mengulas berbagai program, kegiatan, serta kontribusi BRMP Jawa Timur dalam mendukung modernisasi sektor pertanian melalui inovasi dan diseminasi teknologi.
Selanjutnya, Dr. Ahmad Mualif Abdurrahman, S.Pt., M.Sc. memaparkan materi mengenai Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) sebagai salah satu inovasi unggulan Kementerian Pertanian. Dalam paparannya dijelaskan mengenai pengembangan, potensi, serta peran Ayam KUB dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan unggas di Indonesia.
Usai sesi diskusi, peserta diajak melakukan field visit ke Laboratorium Kultur Jaringan untuk melihat secara langsung proses perbanyakan tanaman melalui teknologi kultur jaringan. Kunjungan tersebut dipandu oleh Ratih Sandrakirana, S.P., M.Sc. yang menjelaskan berbagai tahapan produksi bibit serta penerapan teknologi yang dilakukan di laboratorium.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Unit Ayam KUB, di mana peserta berkesempatan melihat secara langsung pengelolaan unit produksi dan pengembangan Ayam KUB. Pada sesi ini, peserta didampingi oleh Arif Cahyono, S.ST. selaku Kepala Unit Ayam KUB, bersama drh. Siti Istiana dan Indra Bagus Raharjo, S.ST., M.Sc., yang memberikan penjelasan mengenai manajemen pemeliharaan, produksi, hingga pengembangan Ayam KUB sebagai salah satu inovasi unggulan Kementerian Pertanian.
Melalui kegiatan ini, BRMP Jawa Timur berharap kerja sama yang telah terjalin dengan Universitas Brawijaya dan Can Tho University dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi pertanian. Pertukaran pengetahuan seperti ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh peserta sekaligus memperkuat jejaring internasional dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.