BRMP JATIM JADI JURI LOMBA OLAHAN PANGAN HASIL PERTANIAN DI KOTA PROBOLINGGO
Masih memperingati Hari Krida Pertanian 53 Tahun 2025, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan “Gelar Potensi Produk Unggulan Daerah dan Olahan Pangan Hasil Pertanian Tingkat Kota Probolinggo” Guna mendukung Pertanian yang Maju, mandiri, Modern dan Berdaya Saing Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan. Dihari kedua ini, 20 Agustus 2025 bertempat di Batalyon Zeni Tempur 10 Kota Probolinggo dilanjutkan dengan lomba Olahan Pangan Hasil Pertanian Tingkat Kota Probolinggo yang diikuti oleh 50 KWT yang sebelumnya mereka sudah dibekali pengetahuan terkait “ Pelatihan Pangan Olahan Hasil Pekarangan” oleh BRMP Jatim pada bulan Juli 2025.
Lomba Olahan Hasil Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu Upaya nyata dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan. Selain itu untuk mendorong inovasi dalam pemanfaatan hasil P2L dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan khususnya ibu-ibu, untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan bergizi seimbang (B2SA) menggunakan bahan pangan lokal sehingg adapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan membantu menurunkan angka stunting.
Penjabat Wali Kota dr. H Aminuddin, Sp.OG secara resmi menutup kegiatan hari ini. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci ketahanan pangan kota Probolinggo yang minim lahan harus memanfaatkan kreativitas gapotkan dalam mengembangkan potensi daerah karena sudah tidak bisa lagi menambah lahan di perkotaan.
Hari kedua ini delegsi BRMP Jatim Lailatul Isnaini, S.TP. M.TP bertindak sebagai salah satu dewan juri olahan pangan beserta dewan juri lainnya dari Ketua PCPI (Persatuan Chef Profesional Indonesia), Dinas Kesehatan, Tim PKK dan SMK 3 Kota Probolinggo menilai olahan minuman dan makanan dimana bahan dasar berasal dari hasil pekarangan minimal 50% sebagai bahan utama dan 50% bahan tambahan lainnya yang bersumber dari protein hewani, protein nabati dan sumber serat lainnya. Hasil pekarangan yang dijadikan bahan baku berasal dari buah dan sayuran daun yang ditanam dipekarangan, umbi-umbian dan toga. Kategori olahan dibagi menjadi 3 yaitu kudapan basah, kudapan kering dan minuman herbal. Adapun point penting dalam penilaian lomba yaitu cita rasa 30%, penyajian 20%, inovasi dan kerativitas 30% serta marketable 20%.