BRMP JATIM DAMPINGI KOTA MADIUN TERAPKAN METODE TANAM PM-AAS
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar sosialisasi dan praktik tanam padi dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) di Kota Madiun. Praktik penanaman dilakukan menggunakan alat drum seeder sebagai bagian dari penerapan teknologi budidaya padi modern.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, Sekda Kota Madiun, Ir. Soeko Dwi Handiarto, Kepala DKPP Kota Madiun, Jemakir, SP., serta diikuti 76 petani dari 38 kelompok tani se-Kota Madiun. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BRMP Jawa Timur, Dr. Lutfi Humaidi, M.Sc.
Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program pertanian PM-AAS ini fungsinya membantu mempermudah petani dalam budidaya padi dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Kementerian Pertanian pasti sudah melakukan kajian yang panjang atas program pertanian modern PM-AAS sebelum disosialisasikan ke petani. “Teman-teman DKPP Kota Madiun mengembangkan dulu dengan tidak langsung ke petani, tetapi dilakukan uji coba dulu 1-1,5 bulan terakhir, baru kemudian hari ini kita sosialisasikan ke petani’’ kata Plt wali kota.
‘’Motode ini juga harus ditawarkan ke anak muda. Saya ingin dari Poktan coba mengajak yang muda. Tentu dimulai dari dinas mengundang petani muda. Yang saya tahu juga sudah ada beberapa anak muda yang bertani atau berkebun modern, dan PM-AAS ini juga harus disosialisasikan kepada mereka,’’ ujarnya sembari menyebut termasuk pramuka.
Dr. Lutfi Humaidi, M.Sc (Koord. KP Mojosari BRMP Jatim) saat presentasi menyampaikan bahwa keterbatasan lahan pertanian di Kota Madiun menjadi tantangan yang perlu diimbangi dengan peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, penerapan teknologi PM-AAS menjadi salah satu langkah penting agar lahan yang tersedia dapat menghasilkan produksi secara optimal minimal 10 ton/hektar. Menurutnya, teknologi tanam rapat dengan menggunakan Atabela diharapkan dapat membantu petani menghemat waktu dan biaya dalam proses budidaya.
"PM-AAS adalah sebuah pendekatan budidaya padi agar lebih efisien dari sisi waktu dan biaya. Input yang digunakan petani juga diharapkan semakin berkurang, tetapi produktivitas dan nilai tambah yang diperoleh justru meningkat. Penerapan metode PM-AAS pada penanaman padi ini menjadi salah satu langkah baru dalam pengembangan teknologi pertanian di Indonesia termasuk Kota Madiun,”ujar Lutfi.