• Jl. Raya Karangploso Km.04, Malang, Jawa Timur 65152
  • (0341) 494052
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
    • Logo Agromodern
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
852 dilihat       11 Agustus 2024

SURVEY DAN VERIFIKASI LAPANGAN, UNTUK BERBURU LUAS TAMBAH TANAM PADI DI SURABAYA

Mengutip statement Wamentan, Sudaryono pada kunjungan kerja ke Jawa Timur 5 Agustus 2024 di Balai Prajurit, “bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan beras, perlu upaya peningkatan produksi”. Selanjutnya, “Untuk itu penambahan dan perluasan areal tanam padi di Jawa Timur harus dilakukan secara maksimal” (antaranews.com, 6 Agustus 2024). Kota Surabaya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, tak luput dari target penambahan perluasan areal tanam. Walaupun sudah jelas Surabaya peruntukannya, bukanlah untuk lahan pertanian, untuk kasus ini yang dimaksud adalah lahan sawah. 

Menurut Kepala DKPP Kota Surabaya Ir. Antiek Sugiharti, MSi., pada suarasurabaya.net, 8 April 2022, dikatakan lahan sawah manakala terdapat hamparan seluas 5 hektar yang ditanami padi secara berkelnjutan. Kenyataannya lahan seluas itu tidak banyak, yang ada hanyalah lahan kosong yang dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk ditanami tanaman pangan. Status lahan tersebut bukanlah milik yang menggarap, melainkan lahan milik pengembang, milik TNI atau milik perorangan. Dengan kondisi demikian, BPN kesulitan untuk melakukan penentuan lahan baku sawah di kota Surabaya. 

Rumitnya kondisi tersebut tidak menyurutkan Tim PAT Pompanisasi Kota Surabaya yang terdiri dari BPSIP Jawa Timur dan DKPP Kota Surabaya melaksanakan Survey dan Verifikasi Lapangan, untuk berburu luas tambah tanam padi pada wilayah yang berpotensi serta guna memastikan kesiapan lahan. Pada hari Jum’at, 9 Agustus 2024, Ir. Tini Siniati Koesno, MSi. dari BSIP Jawa Timur, Dian Anggraini, SP., Sub Koord. Sarana Psasaran DKPP Kota Surabaya serta didampingi oleh Petugas Lapang Asjari, menuju ke kecamatan Lakarsantri. Wilayah yang menjadi sasaran survey dan verifikasi adalah kawasan lahan poktan Sedono yang diketuai oleh Pak Suharto, yang memiliki total lahan garapan sekitar 26 hektar. Lokasinya berdampingan dengan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Jeruk, arah Surabaya Barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik.

Kondisi saat ini, sejak awal Agustus 2024, petani disibukan dengan kegiatan panen. Diperkirakan hingga awal September, kegiatan panen berakhir, dan dilanjutkan dengan persiapan tanam padi berikutnya. Dari hasil survey tersebut, ternyata didapati 3,5 hektar tanaman padi Inpari 42 yang di tanam pada bulan Juli 2024, belum tercatat di laporan data base PAT, non pompanisasi. Kondisi tanaman kini memasuki usia primordial, dan diperkirakan panen pada akhir September, dan setelah itu, lahan akan ditanami padi kembali. Jadi dari lahan tersebut akan diperoleh total luas tanam padi sekitar 7 hektar.

Selanjutnya, di bulan September nanti akan terdapat tambahan luas tanam padi sekitar 5 hektar. Kini lahan tersebut peruntukannya masih diusahakan untuk tambak bandeng, dan diperkirakan panen akhir Agustus. Secara kumulatif, hasil survey dan verifikasi lapangan, untuk berburu luas tambah tanam padi di poktan Sedono, diperoleh penambahan areal tanam sekitar 12 hektar, tanam pada bulan September. Semoga terealisasi. (TS)

Prev Next

-


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    REFLEKSI DAN PEMBELAJARAN AKHIR: SEMINAR HASIL MAGANG MAHASISWA DI BRMP JAWA TIMUR
    01 Jan 2026 - By Tim Humas
  • Thumb
    MENGHARGAI DEDIKASI DAN LOYALITAS, BRMP JAWA TIMUR GELAR PELEPASAN PURNA BAKTI
    31 Des 2025 - By Tim Humas
  • Thumb
    PERKUAT BUDIDAYA PETERNAKAN, KAMPUNG SEMAR ARJOSARI DALAMI AYAM KUB DI BRMP JATIM
    31 Des 2025 - By Tim Humas
  • Thumb
    TINGKATKAN POSISI TAWAR PETANI, MELALUI WORKSHOP DUKUNGAN PENGEMBANGAN KORPORASI
    24 Des 2025 - By Tim Humas
  • Thumb
    MENTAN AMRAN GELAR RAKOR PERCEPATAN HILIRISASI PERKEBUNAN DI JATIM
    24 Des 2025 - By Tim Humas

tags

BPSIP JATIM BSIP BSIP JATIM

Akreditasi Sertifikasi :

Kontak

(0341) 494052
(0341) 471255
[email protected]

Jl. Raya Karangploso Km.04
Desa Kepuharjo. Kec. Karangploso
Kabupaten Malang - Jawa Timur
Indonesia
65152

Website: https://jatim.brmp.pertanian.go.id

Callcenter WA: 0822-4158-0822 

© 2022 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur. All Right Reserved