ICARE GELAR MONEV DAN PANEN KENTANG DI GARUT UNTUK PERKUAT PRODUKTIVITAS PETANI
Garut, 2 Desember 2025 - Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ICARE kembali digelar untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, indikator kinerja (PDO), serta efektivitas pelaksanaannya di lapangan. Dalam rangkaian Monev Terpadu dan Mid-Term Review (MTR) ICARE, dilakukan Field Visit sekaligus Panen Kentang Bersama di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari pejabat terkait. Direktur ICARE, Dr. Ir. Bram Kusbiantoro, MS memaparkan perjalanan program ICARE sejak 2022 hingga 2025, termasuk capaian kegiatan di Kabupaten Garut. Ia juga menyampaikan harapan agar ICARE dapat memanfaatkan produk-produk BRMP Kementerian Pertanian, serta menyerahkan MG secara simbolis kepada sembilan provinsi pelaksana ICARE.
Asisten Daerah II Kabupaten Garut, Dedi Mulyadi, mewakili Bupati Garut, turut memberikan sambutan. Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menjelaskan potensi besar komoditas pertanian Garut sebagai pemasok hingga 80% kebutuhan Jawa Barat, termasuk kontribusi kentang Garut untuk wilayah Bandung dan Jabodetabek. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan produk turunan kentang yang bernilai tambah.
Kepala BRMP Jawa Barat, Dr. Rustan Massinai, S.T.P., M.Sc., kemudian menyampaikan inovasi penanaman kentang yang dikembangkan ICARE di Garut sebagai alternatif yang lebih adaptif dibandingkan metode budidaya yang umum dilakukan petani. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani kentang.
Selanjutnya, perwakilan BRMP Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc, memaparkan rangkaian kegiatan Meeting Review bersama World Bank yang fokus pada evaluasi pelaksanaan ICARE di lapangan. Ia menegaskan bahwa pendampingan menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk kerja sama lintas lembaga, sangat penting untuk memastikan manfaat nyata bagi petani. Ia berharap proses review mampu menghasilkan rekomendasi terkait kebutuhan anggaran, fasilitas, dan pendampingan lanjutan.
Perwakilan World Bank, Myriam Chaudron, memberikan apresiasi kepada pemerintah, BRMP, dan para petani. Ia menyampaikan harapan bahwa dukungan yang telah tersampaikan dapat meningkatkan produktivitas dan akses pasar komoditas pertanian. Menurutnya, investasi yang diberikan diharapkan mampu mendukung pengadaan peralatan pertanian, memperkuat koneksi produk petani ke pembeli, dan memberikan harga jual yang lebih baik sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. World Bank juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perencanaan bersama agar produksi pertanian Garut semakin meningkat.
Sambutan penutup disampaikan oleh perwakilan BRMP Penerapan mewakili Sekretaris Badan. Ia mereview perkembangan implementasi ICARE di Garut yang telah mendorong perubahan positif, mulai dari penguatan kelembagaan petani, peningkatan praktik budidaya yang baik (GAP), hingga akses pasar. Ia juga menyampaikan pesan dari Sekretaris Badan mengenai pentingnya koordinasi antarunit dan pemangku kepentingan, peningkatan kualitas kegiatan di lapangan, serta penyusunan rencana tindak lanjut hasil Meeting Review.
Dengan terselenggaranya kegiatan Monev dan panen bersama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan petani semakin kuat untuk mewujudkan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani di Kabupaten Garut dan wilayah ICARE lainnya.