DISEMINASI TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN : BIMTEK URBAN FARMING DAN BUDIDAYA AYAM KUB
Surabaya, 28-29 September – BRMP Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pertanian Modern Penerapan Urban Farming dan Budidaya Ayam KUB di Laboratorium Diseminasi Wonocolo, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan kelompok tani sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penerapan teknologi pertanian modern yang mudah diadopsi di lingkungan perkotaan maupun pekarangan rumah.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai budidaya hortikultura perkotaan dengan fokus pada komoditas cabai dan bawang merah, yang disampaikan oleh Fuad Nur Aziz, S.P., M.P. Narasumber menjelaskan berbagai metode budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas, seperti penggunaan polybag, planter bag, vertikultur, hingga hidroponik, dan pengelolaan nutrisi tanaman, pemanfaatan pupuk organik dan pupuk organik cair (POC), serta penggunaan zat pengatur tumbuh alami guna mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman cabai dan bawang merah oleh Riza Ulil Fitria, S.P. Kemudian peserta juga mendapatkan materi mengenai olahan pasca panen, yang disampaikan oleh Lailatul Isnaini, S.TP., M.TP.
Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga mengikuti sesi praktik lapangan. Pada praktik pertama, peserta diajak membuat pestisida nabati dengan meracik bahan-bahan alami sesuai formulasi yang telah dijelaskan narasumber. Selanjutnya, peserta mempraktikkan pembuatan instalasi hidroponik sistem wick (sumbu), mulai dari penyusunan wadah tanam, pemasangan sumbu sebagai media kapilaritas air dan nutrisi, hingga penempatan media tanam. Kemudian peserta mengikuti sesi praktek pembuatan mie cabai dan sari buah wortel.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Acara dibuka oleh Kepala BRMP Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P. Kemudian dilanjutkan dengan sesi materi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan karakteristik Ayam KUB, manajemen pemeliharaan sesuai fase pertumbuhan, kebutuhan nutrisi dan penyusunan ransum, manajemen kandang, yang disampaikan oleh Arif Cahyono, SST. Selain itu juga terdapat materi mengenai analisis kelayakan usaha dan literasi keuangan peternakan yang disampaikan oleh Rika Asnita, S.P., M.P.
Peserta kemudian mengikuti kegiatan KUB Experience, yaitu pembelajaran berbasis praktik yang dibagi ke dalam empat stasiun. Pada stasiun kandang, peserta mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam kandang Ayam KUB, sedangkan pada stasiun DOC (Day Old Chick), peserta belajar membedakan karakteristik DOC yang sehat dan layak dipelihara melalui pengamatan langsung.
Selanjutnya, peserta mempraktikkan penyusunan pakan sesuai kebutuhan nutrisi Ayam KUB pada stasiun pembuatan pakan, kemudian melanjutkan ke stasiun identifikasi penyakit menggunakan kartu edukatif untuk mengenali berbagai gejala penyakit yang umum menyerang ayam. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif sehingga mampu memahami penerapan budidaya Ayam KUB secara lebih komprehensif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, baik saat sesi penyampaian materi maupun praktik lapangan yang dipandu oleh moderator Ratih Sandrakirana, S.P., M.Sc. pada kedua hari pelaksanaan bimtek. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai budidaya tanaman, pembuatan pestisida nabati, sistem hidroponik, manajemen kandang, pemilihan DOC, formulasi pakan, hingga penanganan penyakit pada Ayam KUB.